Minggu, 15 Juli 2018

6 Tips Peran Keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan di era Millenial

Tema: Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian
Judul:  6 Tips Peran Keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan di era Millenial
(Oleh: Siti Nurjamjam) 


Sebelum membahas 6 Tips peran keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan di era millennial ini, yuk simak dulu beberapa penjelasan seputar generasi millennial, manfaat pelibatan keluarga dan Mindful Parenting.
Generasi millenial lahir di abad 21 dimana teknologi sudah berkembang dan masuk keberbagai ranah kehidupan dan relatif terjangkau, dimana dari segi aspek psikologis orang tua, pendidik, dan  perusahaan perlu merespons generasi ini secara bijak. Neila Ramdhani (Dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada) mengungkapkan .....karakter Generasi Millenial cenderung ingin mendapatkan sesuatu lebih cepat, lebih spontan dan ingin mendapatkan feedback atau respons segera. Orang tua kewalahan karena anaknya mengingikan respon yang cepat bahkan terkadang tidak punya wkatu untuk berpikir untuk jawaban, sebagaimana dikemukakannya
Generasi Millenial lahir di saat perjuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sudah berkurang atau relatif lebih tenang, aman, mudah.Kondisi ini akan memengaruhi generasi milenial, teknologi internet sudah lebih maju membuat generasi ini memiliki kebiasaan yang berbeda karena lahir di keluarga yang relatif lebih mudah dalam mencukupi kebutuhan, demikian juga kondisi pemerintah dan dunia, kondisi ini memengaruhi karakter Generasi Millenial yang cenderung ingin mendapatkan sesuatu lebih cepat, lebih spontan dan ingin mendapatkan feedback atau respons segera.Orang tua kewalahan karena anaknya mengingikan respon yang cepat bahkan terkadang tidak punya wkatu untuk berpikir untuk jawaban. Neila menambahkan demikian juga dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan teknologi, informasi lebih cepat, murid atau mahasiswa mengetahui informasi lebih cepat dari teknologi yang mereka gunakan. Dia mengatakan dosen dan guru juga kewalahan ketika buku yang dipelajari belum sampai untuk merespon berbagai informasi baru yang didapatkan generasi millenial ini dengan menggunakan teknologi. "Hal seperti ini tidak dapat didiamkan dan diabaikan, sebagai orang tua, guru, rekan kerja perlu merespon perubahan ini dengan lebih bijak," ujarnya. Neila mengatakan ketika generasi millenial ini bertanya tidak mesti harus jawaban diberikan saat itu, lebih baik mengajak diskusi dan menanyakan pendapat mereka. Menurutnya guru sebagai sumber pengetahuan juga perlu diubah, karena pengetahuan itu sudah bisa diakses dimana-mana. Guru jangan merasa menjadi sumber pengetahuan yang lebih tahu dari murid, pola diskusi yang setara membuat murid generasi milenial ini lebih nayaman, lebih bergaul dan berdiskusi.
Beberapa manfaat pelibtan keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan di era Millenial, dan manfaat nya itu bisa dirasakan untuk beberapa kalangan yang terlibat, yaitu:
Pertama manfaat untuk anak, dapat meningkatkan kehadiran anak jika keluarga sudah bisa merangkul anak dalam kehidupan sehari-hari anak akan selalu ada untuk orang tua begitupun sebaliknya. Selanjutnya meningkatkan kepercayaan diri anak, anak akan selalu percaya diri jika didorong, diarahkan dan dibimbing oleh orang tua dan tidak ada sikap menghakimi di dua belah pihak. Lalu meningkatkan perilaku positif anak, jika orang tua selalu ada untuk anak orang tua bisa mengontrol prilaku keseharian anak akan tetapi orang tua yang yang selalu bersama anak tidak boleh menekan anak dengan harus menuruti keinginan orang tua dan juga orang tua tidak harus menuruti keinginan anak karena dampaknya anak ketergantuangan terhadap seseorang dan berilah kebebasan tapi dengan pendampingan orang tua. Selanjutnya meningkatkan perkembangan anak, anak yang selalu diperhatikan orang tua akan tetapi tidak ditekan harus memenuhi keinginan orang tua si anak akan berkembang sesuai dengan usianya. Terakhir meningkatkan keinginak anak sekolah, anak yang selalu di perhatikan oleh orang tua dan orang tua yang ingin agar anaknya sukses orang tua nya akan memberikan motivasi dan dorongan agar anaknya mau sekolah dengan sekolah pilihan orang tua dan anak menyukai pilihan orang tuanya.
Kedua manfaat untuk orang tua, dapat meningkatkan komunikasi Antara orang tua dan anak, meningkatkan harapan orang tua pada anak, meningkatkan kepercayaan diri orang tua, meningkatkan kepuasan orang tua terhadap sekolah.
Ketiga manfaat untuk Guru, dapat meningkatkan semangat kerja guru karena orang tua yang ikut saat hari pertama masuk sekolah orang tua dapat menitipkan anaknya kepada guru dan menjadi pendorong di rumah agar anak semangat belajar dan di sekolah ada guru yang semangat mengajar anak didiknya.  Lalu dapat mendukung iklim sekolah yang lebih baik karena saat pertama masuk sekolah orang tua sudah menitipkan anaknya dan menceritakan karakteranaknya terhadap guru maka guru akan memperlakukan anak didiknya sesuai karakternya dan akan terjadi iklim yang kondusip saat proses belajar mengajar. Terakhir dapat mendukung kemajuan sekolah secara keseluruhan, anak yang dititpkan kesekolah oleh orang tuanya sendiri akan menjadi pendorong dan penyemangat untuk anak, guru dan menjadi pendorong untuk kemajuan sekolahnya. 
 Sebelum berlanjut kependidikan di lingkungan sekolah dalam keluarga harus membangun sebuah rasa nyamanan di dalam rumah agar anak senantiasa selalu semangat untuk belajar baik di rumah ataupun di sekolah. Melly Kiong Selasa (27/9/2016) dalam acara seminar mengatakan“Pendidikan tidak cukup hanya berada di sekolah, pendidikan di rumah juga merupakan suatu hal yang sangat penting, terutama pendidikan yang diajarkan oleh seorang ibu. Karena menjadi seorang ibu tidak sama memiliki pendidikan seperti pendidikan formal yang biasa didapatkan di sekolah-sekolah”.
Lalu Melly Kiong dalam "Mindful Parenting" terdapat lima dimensi yang sangat penting sekali, sebagaimana dikemukakannya 
Pertama, mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati. Kedua, tidak boleh menghakimi. Ketiga, kesadaran mengatur emosi diri. Keempat, adil dan bijaksana. Kelima, cinta welas asih, kesuksesan bukan prestasi. Menurut Melly, kelima dimensi tersebut jika dipraktikkan dengan baik kepada anak-anak, maka mereka akan tumbuh dengan baik dan mampu mendengarkan orang lain. Selain itu, orang tua juga harus melihat sisi anak dengan baik agar mereka juga dapat melihat orang lain dari sisi baiknya. “Jangan melihat dari sisi buruknya saja. Sebab dia akan menerapkannya terhadap orang lain. Jika dia melihat orang dari sisi baik, dia dapat diterima juga di lingkungan dan teman-temannya,” ujar Melly. Ia juga mengingatkan peserta diskusi, bahwa salah satu yang paling penting adalah keinginan diri untuk berubah hari ini juga.
6 Tips Peran Keluarga Dalam Menyelenggarakan Pendidikan Keluarga Di Era Millenial
Pertama, mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati.
Anak generasi millennial lebih cenderung ingin cepat di respon, maka kalau sebagai orang tua malah tidak memperhatikan keinginannya maka anak tersebut akan berdampak tidak terbuka terhadap orang tua, maka ajaklah berdiskusi dan ajak berbica dengan penuh perhatian dan beri arahan karena orang tua yang lebih tau yang baik untuk anaknya. Setelah terbangun komunikasi yang baik antara anak dan orang tua maka akan terjalin hubungan harmonis dan anak bisa nyaman dengan orang tua dan belajar lebih nyaman dengan orang tua.                                     Lifestyle.sindonews.com
  
Kedua, tidak boleh menghakimi. 



Jika anak tidak ingin dengan keinginan orang tua, maka orang tua tidak seharusnya menghakimi terhadap anak karena akan menghambat anak menghormati dan sayang terhadap orang tuanya. Maka setelah tidak ada sifat menghakimi antara anak dan orang tua akan tumbuh suatu keinginan belajar bersama orang tua karena tidak merasa dihakimi dan anak bisa lebih nyaman.

Makincerdas.com

Ketiga, kesadaran mengatur emosi diri
Orang tua yang terlahir di era trasmigran millennial harus pandai-pandai mengatur emosi terhadap anak generasi millennial karena anak generasi millennial tidak menutup kemungkinan lebih tau dari orang tuanya, akan tetapi agar anak generasi millennial tidak merasa tertindas orang tua nya maka orang tua harus lebih pandai mengatur emosi agar anak bisa tetap nyaman bersama orang tuanya dan orang tua bisa menumbuhkan keinginan belajar anaknya.
Blog.debusana.com
Keempat, adil dan bijaksana.
Sebaiknya dalam sebuah keluarga harus menerapkan kontrak waktu dan displin waktu terhadap anak generasi millennial, kareana apa? Karena anak generasi millennial lebih cepat cemburu jika tidak diperhatikan dan tidak cepat direspon, maka buatlah kontrak waktu agar anak bisa merasakan ke adilan di dalam kelurga dan agar anak bisa menerapkan sifat bijaksana sejak dini. Setelah merasakan sifat adil anak dan bijaksana anak akan terbiasa dengan jadwal atau aturan yang telah dibuat, seperti sebelum harus belajar sebelum tidur dengan didampingi orang tua.  Puasaj.blogspot.com

Kelima, cinta welas asih, kesuksesan bukan prestasi
Setelah praktik yang empat diatas sudah dilakukan maka antara orang tua dan anak akan tumbuh rasa cinta dan welas asih (Kasih sayang) dan akan membuahkan rasa nyaman di dalam keluarga dan orang tua akan menjadi pendorong dibelakang untuk mendukung keinginan anak dan akan tercipta kesuksesan. Akan tetapi kesuksesan bukan hanya prestasi saja melainkan cinta welas asih terhadap sesamapun itu kesuksesan menjadikan orang lain bisa nyaman berada di sisi kita. 
Kampungilmu.com



Keenam, diajak diskusi
Neila mengatakan ketika generasi millenial ini bertanya tidak mesti harus jawaban diberikan saat itu, lebih baik mengajak diskusi dan menanyakan pendapat mereka. Menurutnya guru sebagai sumber pengetahuan juga perlu diubah, karena pengetahuan itu sudah bisa diakses dimana-mana. Dalam terjadinya proses belajar mengajar maka generasi millenial tidak harus cepat di beritahu jawabannya maka ajaklah berdiskusi agar anak bisa nyaman dengan pembelajaran dan bisa menciptakan pendidikan sepanjang hayat didalam diri anak generasi millennial.
Semoga bermanfaat.

#sahabatkeluarga


sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id
#sahabatkeluarga

6 Tips Peran Keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan di era Millenial

Tema: Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian Judul:   6 Tips Peran Keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan...